Cara Menggunakan Kipas Angin Pada Bayi

Banyak dari orang tua merasa khawatir untuk menggunakan kipas angin pada bayi. Karena menganggap bahwa penggunaan kipas angin akan menyebabkan resiko kesehatan terhadap anak. Tapi, sebenarnya saya sendiri menggunakan kipas angin dalam kehidupan sehari-hari termasuk di kamar pada saat anak-anak tidur. Dan ini dimulai sejak anak-anak saya masih bayi.

Alasannya sih simple ya, soalnya udaranya panas kamarnya gak gede-gede amat. Walaupun ada jendela dan ventilasi, tapi tetap saja kalau malam hari jendela di tutup dan udara panas. Sedangkan anak-anak saya paling mudah sekali keringetan dan terkena biang keringat kalau kepanasan. Kan gak mungkin anak kecil mandi sehari 5x hanya demi kesegaran semata.

Selain kipas tangan, Kipas angin adalah salah satu solusi saya dalam mengatur suhu tubuh anak ketika tidur di kamar. Sebenarnya bahaya atau tidaknya kipas angin untuk bayi/ anak-anak menurut saya tergantung penggunaannya ya. Kita sendiri yang harus apik mengatur pemakaian kipas angin untuk anak.

"Menurut penelitian yang diterbitkan di Archives of Pediatric & Adolescent Medicine, menempatkan bayi saat tidur dengan kipas angin di kamarnya secara signifikan dapat mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak atau Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

Para ahli percaya bahwa bayi dapat meninggal dalam tidurnya jika dia menghirup karbon dioksida, bukan oksigen. Studi ini pun menunjukkan bahwa sirkulasi udara yang ditimbulkan oleh kipas angin akan melindungi bayi dari bahaya menghirup karbon dioksida."

Alhamdulillah sih, sampai saat ini anak-anak saya tidak ada yang mengalami masalah kesehatan karena kipas angin. Karena saya juga tidak semena-mena menghadapkan kipas angin menyala ke tubuh mereka. Nah, berikut cara menggunakan kipas angin pada bayi supaya tetap aman.

Cara Menggunakan Kipas Angin Pada Bayi

Jangan arahkan kipas angin secara langsung mengenai tubuh bayi

Suhu ruangan yang terlalu rendah ataupun terlalu tinggi dapat mempengaruhi tubuh bayi. Terlalu tinggi/ panas tidak baik dan terlalu rendah/ dingin pun tidak baik. Sesuatu yang "terlalu/ berlebihan" memang tidak selalu baik ya.

Suhu ruangan yang terlalu tinggi/ panas bisa menyebabkan bayi mudah berkeringat, sehingga bisa mengakibatkan gangguan pada kulit bayi seperti biang keringat. Ini seperti yang dialami anak saya, mudah sekali berkeringan sehingga kalau tidak langsung dikipasi bisa bruntusan di hidung ataupun di punggung.

Sehingga memang perlu pengaturan suhu ruangan ya, supaya sirkulasi udara tetap terjaga. Menggunakan perlengkapan elektronik seperti AC (Air Conditioner) sebenarnya dapat membantu. Tetapi kalaupun tidak ada, kipas angin pun rasanya sudah cukup. Yang penting jangan arahkan kipas angin secara langsung mengenai tubuh bayi, supaya suhu tubuh bayi tetap terjaga.

Kalau saya biasanya mengarahkan kipas angin ke tembok, jadi kami hanya terkena angin dari pantulannya saja. Itu sudah cukup. Ataupun putar kipasnya dan hadapkan ke atas, sehingga tidak langsung mengenai tubuh anak.


Jagalah selalu kebersihan kipas angin

Jangan biarkan debu dan kotoran terlalu banyak menempel pada kipas angin, kalau sudah kotor segera bersihkan. Kalau saya biasanya dibuka komponen kipasnya terus dicuci bersih, supaya anginnya segar lagi.

Selain anginnya yang tidak kencang lagi diakibatkan adanya debu dan kotoran, jika terhirup oleh anak bisa menimbulkan batuk-batuk. Bahayanya sih, kalau ternyata pernafasan anak kita sensitif bisa saja menimbulkan penyakit paru-paru, kan?


Jangan biarkan kipas angin menyala sepanjang malam

Kalau saya biasanya memakai sistem mati dan hidupkan kipas angin, matikan jika suhu tubuh anak sudah normal dan hidupkan kembali jika anak merasa kepanasan. Memang gak simple sih, jadi kitanya yang kebangun-bangun, kan? Tapi demi anak, apa sih yang enggak? 😇 Lebih bagus lagi kalau kipas angin kalian ternyata ada timer-nya, jadi bisa disetting kapan mau dimatikan.


Nyalakan kipas angin dalam kondisi pintu kamar terbuka

Ketika menyalakan kipas angin saya selalu membuka pintu kamar, hanya menutup gordennya (kalau ada gorden) saja. Tujuannya agar tidak terlalu pengap, dan ternyata dengan membuka pintu kamar dapat menghindari kejenuhan karbon dioksida dalam ruangan dan sirkulasi udara dapat berfungsi dengan baik.

Nah, itulah 4 cara menggunakan kipas angin pada bayi yang selalu saya lakukan. Alhamdulillah, sekarang sih di kamar sudah ada AC, tapi di kamar belakang tempat bermain anak-anak masih menggunakan kipas angin.

Jadi, kalau mereka tertidur di kamar belakang ya cara-cara itulah yang saya lakukan supaya suhu anak tetap terjaga, apalagi sekarang musim hujan bukannya dingin malah sekalinya kalau gak hujan-hujan udara panas banget.